Selamat Datang di
Website Himpunan Keluarga Maula Aidid

Al-Imam Muhammad Maula Aidid mendirikan rumah dan masjid kecil di lembah Aidid. Tidaklah orang-orang datang ke lembah tersebut kecuali untuk melaksanakan shalat jum’at atau berziarah kepada para Ahli Khair dan para Sholihin.

Suatu Ketika Al-Imam ditanya oleh beberapa orang : “Wahai Imam mengapa engkau mendirikan sebuah masjid yang juga dipakai untuk shalat jum’at sedangkan dilembah ini tidak ada penghuninya”.. Lalu beliau menjawab :” Nanti akan datang suatu zaman yang mana di zaman tersebut banyak sekali ummat yang datang kelembah ini dan bertabaruk “.

Mawaa'izh

KENAPA PERCAYA KEPADA HARI AKHIR PENTING

by ALI BIN HASAN ALBAHAR Lc. MA

         Kenapa percaya kepada hari akhir menjadi penting. Stephen Hawking, ahli fisika, bulan yang lalu diliput di media dunia termasuk di Indonesia, pernyataannya dalam salah satu wawancara, ditanya, anda percaya tidak dengan Neraka dan Syurga ?, " tidak ", jawabnya, " tidak ada Surga dan Neraka, Surga dan Neraka buatan orang-orang yang takut akan kematian, orang-orang yang takut dengan kegelapan kematian. Manusia itu hanya seperti komponen komputer, kalau sudah mati, habis. Saya tidak takut mati tapi juga waktu yang sama saya tidak buru-buru mau mati, saya pernah di vonis oleh dokter saya 49 tahun yang lalu penyakit yang menimpa saya itu berumur beberapa waktu, tapi sekarang saya masih hidup ". Stephen Hawking samakan otak manusia sama dengan komponen komputer, kalau sudah mati yang sudah.

       Keyakinan tidak ada hari akhir, tidak ada surga tidak ada Neraka manusia seperti komponen komputer, kalau sudah mati tidak ada lagi kelanjutannya, kepercayaan seperti ini kalau menurut Ilmu fisika tidak salah, karena fisika itu, hanya mengatakan sesuatu yang fisik dan kelihatan. Manusia bukan hanya fisik, manusia ada yang dalam bahasa agama itu disebut Ruh.
" Mereka bertanya kepada Engkau tentang ruh. Katakanlah (wahai Muhammad)  bahwa ruh itu adalah urusan Tuhanku, dan kamu tiada diberikan pengetahuan mengenainya melainkan sedikit sekali ". (Al-Isyra'-85).

    Manusia Cuma seperti komponen komputer kata mereka dan ternyata pendapat seperti itu bukan modern ini tapi kuno, kalau ada orang tidak percaya akan hari akhir, hari kebangkitan, pendapat ini bukan modern, tapi kuno cuma dimodifikasi.

    Keyakinan seperti ini sudah dipatahkan oleh ayat-ayat Al-Qur'an termasuk diantara surat Yaasiin ayat 78-79 . Dalam ayat tersebut  dari beberapa kitab tafsir dijelaskan asbabun nuzul ayat 78, kepada manusia yang memberikan contoh kepada kami tetapi dia lupa akan penciptaan dia. Ada orang kafir Quraisy yang tidak percaya dengan hari akhir dan hari kebangkitan lalu dia dengan kawan-kawannya datang kepada Nabi Muhammad SAW , ada riwayat mengatakan Nabi Muhammad ditarik di ajak ke kuburan kemudian dia gali kuburan tersebut mereka ambil sisa tulang belulang yang sudah rapuh " Hai Muhammad siapa yang bisa menghidupkan tulang belulang yang sudah rapuh ini " ( ayat 78 )
Dalam ayat 79 " Katakan wahai Muhammad yang akan mengembalikannya yang menciptakan pertama kali " .     
                                                   
          Kepercayaan tidak ada hari akhir adalah kepercayaan kuno, kalau sekarang dimunculkan lagi berarti kuno yang dimodifikasi. Begitu juga dengan hari akhir. Ada manusia memukul satu orang atau memukul manusia lain, kemudian ada singa menerkam rusa, yang diadili siapa ?, manusia atau singa. Singa menerkam rusa tidak diadili, tapi kalau manusia menerkam manusia, mana yang diadili, mana yang kena hukum, mana yang kena aturan. Kalau manusia tidak mau ada aturan berarti dia akan menjadikan kehidupan manusia seperti binatang. Kenapa keyakinan menolak hari akhir di dominisasi oleh mereka-mereka yang di Eropa dan di negara-negara maju, karena mereka ingin lepas dari tanggung jawab, mereka sudah menjajah, mereka tidak merasa berdosa, mereka sudah menjajah, mereka sudah menghabiskan kekayaan negara-negara yang disebut dunia ketiga, negara terkebelakang, negara berkembang dan macam-macam mereka tidak berasa berdosa,  karena komponen komputer sudah mati. Tidak percaya dengan hari akhir ternyata itu adalah salah satu sebab kenapa hari sekarang banyak penganiayaan. banyak terjadi kezholiman.  Kalau singa tidak di hukum karena memang ia binatang. Tapi kalau manusia tidak di hukum dan tidak mau di hukum, berarti dia binatang. Kita orang yang beragama percaya di dunia ini banyak orang yang kesulitan, banyak orang yang di injak-injak, banyak orang yang dihilangkan haknya, kapan dia akan bisa mengembalikan haknya, kapan dia bisa mendapatkan ganjaran dari kesabarannya, dari ketabahannya, kapan dia akan mengembalikan itu, kapan dia akan mendapatkan itu, dia sudah di injak-injak.

Pengadilan  di dunia ada 3 macam :

1.Pengadilan Konvensional.
    Pengadilan yang seperti kita lihat sekarang, banyak orang yang belum merasakan keadilan, bahkan masuk kepengadilan rasa keadilannya terusik dan hilang rasa keadilannya.

2.Pengadilan atas hasil dari perbuatan kita sendiri.
    Kita banyak makan gula, ada pengadilannya disitu, banyak makan kambing, ada pengadilannya disitu, pengadilan hasil dari perbuatan. Banyak merokok ada hasilnya, kalau bawa mobil terlalu ngebut ada hasilnya. Itu namanya Pengadilan atas hasil perbuatan sendiri. Pengadilan di dunia lebih jujur dari yang pertama, hasil dari perbuatan kelihatan.

3.Pengadilan Hati Nurani.
    Didalam tubuh kita ada pengadilan, namanya Pengadilan hati Nurani. Ketika seorang berdusta semua orang tidak tahu, tapi dia mengaku saya bohong, dan pengadilan inipun paling jujur tapi banyak orang mematikan hati nuraninya, sehingga terlalu sering dia mematikan dan melanggar hati nuraninya. Akhirnya sebagaimana yang disebut dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 179, hatinya tidak hidup  lagi akhirnya pengadilan yang semestinya tidak usah jauh-jauh kemana-mana sudah ada pengadilan didalam tapi dimatikan oleh dia. Sehingga Nabi Muhammad SAW ketika ada salah seorang sahabat bertanya dia sudah tahu itu adalah dosa, dia bertanya " Wahai Rasulullah apakah ini saya salah, ini berdosa ?". Nabi Muhammad SAW melihat beliau kemudian Nabi SAW mengatakan : " Tanya hatimu ". Mungkin kalau dimasukkan ke pengadilan dia benar, pengadilan yang pertama dia benar tapi dia membohongi dirinya. Pengadilan yang paling pasti yang tidak mungkin melenceng, hanya pengadilan nanti di hari akhir. Siapa yang tidak percaya dengan hari akhir langsung tidak langsung, sadar atau tidak sadar berarti dia menjadikan kehidupan ini seperti rimba. Yang menjadi rusa dia korban terus dia tidak punya hak. Allah SWT didalam Al-Qur'an berkali-kali berbicara tentang hari akhir. " Apakah kamu menganggap bahwa kami menciptakan kamu main-main dan kamu semuanya tidak akan dikembalikan ?" (Al-Mu'minun ayat 115). Kalau pakai ilmu fisika berantakan, karena manusia bukan cuma fisik, manusia memiliki lain dari fisik, buktinya komponen komputer tidak bisa senyum , tidak bisa sedih, karena dibuat, tapi kalau manusia ada ruh, yang ada pada manusia dan percaya kepada hari akhir itu tidak bisa menggunakan ilmu fisika mentah-mentah. Memang ternyata keyakinan itu disenangi oleh mereka-mereka yang biasa melakukan kezholiman diatas muka bumi. Karena menurut mereka tidak akan ada pengadilan lagi. Bagaimana mungkin tulang belulang itu bisa kembali.  
                                                           
    Al-Qur'an sudah menjawab, dalam surat Al-Qiyamah (ayat 1 - 4), Allah bersumpah demi hari kiamat demi jiwa yang  lawwamah ayat (1 - 2). Jadi Nafsu itu ada nafsu Amarah, ada nafsu Lawwamah dan ada nafsu mutma'innah. Yang pertama adalah nafsu amarah yang selalu memerintahkan kepada keburukan yang kedua nafsu lawwamah habis melakukan keburukan  dia dikecam, kenapa tadi bohong, kenapa tadi berdusta, tapi melakukan lagi itu lawwamah, dia melakukan tapi dia mengecam. Setelah itu sampai yang paling baik yaitu mutma'innah dia tenteram, dia selalu ingat kepada Allah dia menjadi tenteram. Allah bersumpah demi hari kiamat, demi jiwa tersebut. Sebagian Ulama ahli tafsir Al-Qur'an mengatakan kalau ada kata-kata al-insan itu biasanya yang dimaksud manusia kafir. Apakah manusia yang kafir tersebut, menyangka, mengira, meyakini kami tidak mampu untuk mengumpulkan tulang belulangnya (ayat 3). Bahkan jangankan tulang belulangnya , sidik jari, bahkan kami mampu mengembalikan sidik jari tersebut (ayat 4). Sebagian ulama tafsir kontemporer mengatakan sidik jari menjadi salah satu unsur membantu untuk mengungkap kriminal, isyaratnya sudah datang dari Al-Quran dari ayat tersebut. Jangankan tulang belulangnya, sidik jarinya kami mampu untuk mengembalikan dan meratakan sebagaimana awalnya. Kita sebagian umat Islam percaya ada hari akhir karena dengan percaya kepada hari akhir dunia akan menjadi istiqomah, dunia akan lurus, kehidupan di dunia akan menjadi baik, tetapi sebaliknya kalau tidak percaya dengan hari akhir dia akan menjadikan dunia seperti Rimba, seperti hutan yang punya kekuatan tanpa merasa berdosa  menginjak-injak untuk mengambil hak dan ini yang terjadi ditengah-tengah dunia saat ini.

    Nabi Muhammad SAW mengaitkan hari akhir dengan hari sekarang, didalam haditsnya:
" Siapa yang beriman kepada Allah dan percaya kepada hari akhir dia dampaknya di dunia diikat dia akan menghormati tamunya, kemudian nabi melanjutkan , siapa yang beriman kepada Allah dan percaya kepada hari akhir hendaknya dia menyambung Silaturahmi. Kemudian Nabi Muhammad SAW mengatakan siapa yang beriman kepada Allah dan percaya kepada hari akhir hendaknya dia berkata yang baik atau diam "

    Percaya kepada hari akhir sangat menentukan kebaikan kita di hari sekarang, sehingga jangan mengharap kalau orang tidak percaya dengan hari akhir dia bisa mendapatkan dunia hasanah apalagi akhirah hasanah, yang tidak percaya kepada hari akhir dia akan menjadikan kehidupan ini seperti main-main. Dia tidak takut kepada Allah dan dia  melanggar semua aturan dia, menzhalimi dan dia menginjak-injak. Kepercayaan kepada hari akhir adalah kata pasti yang tidak bisa diragukan lagi, hari akhir hari pengadilan yang paling jujur. Namun apa perbedaannya pengadilan di akhirat dengan pengadilan di dunia. Kalau di dunia hanya memberikan sangsi, sudahkan jujur, yang diberikan hanya sangsi 15 th, 5 th dst. Kalau di akhirat yang tidak kena hukuman akan mendapatkan hadiah, pengadilan di dunia cuma membebaskan, tapi tidak memberikan hadiah. Apakah ada orang yang selamat dari tuduhannya terus mendapatkan hadiah. Di akhirat itulah ketika kita membaca Al-Qur'an Surat Attiin. Bukankah Allah yang paling bijaksana dari semua yang bijaksana, sehingga apa yang kita lewati di dunia, kalau kita baik kita akan mendapatkan ganjaran yang berlipat, karena pahala dari sabar kita menghadapi semua godaan di dunia yang penuh dengan rintangan, Na'uzu billah sebaliknya kalau yang salah dan dia melakukan keburukan tersebut dia akan mendapatkan sangsi.
                                                                       
    Ada seorang badui datang kepada Nabi Muhammad SAW. Badui itu simple, apa adanya. Nabi Muhammad SAW sedang khutbah Jum'at " dia bertanya " Kapan hari Kiamat ". Setelah selesai khutbah Jum'at Nabi SAW bertanya, " Mana yang tadi bertanya " . Nabi SAW mengatakan : " yang ditanya dengan yang bertanya sama-sama tidak tahu kapan Kiamat ". Lalu Nabi SAW kembali bertanya : " apa yang kamu siapkan kalau Kiamat itu datang ", dijawab : " Yang saya siapkan cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah ". Badui itu langsung pulang.
Ada lagi seorang badui datang bertanya " yang mana Nabi Muhammad ", " Saya Nabi Muhammad " jawab Nabi Muhammad SAW. " Wahai Rasulullah nasehati saya tapi yang singkat " kata orang badui tersebut. Rasulullah SAW menjawab dengan ayat :
" Siapa yang mengerjakan sekecil apapun dia akan melihat kebaikan, siapa yang beramal keburukan sekecil apapun, keburukan dia juga akan melihat ". ( Az-Zalzala ayat 7-8)
Kemudian si badui itu pulang mengucapkan terima kasih.
    

Tausiah : Al-Habib Ali bin Hasan Al-Bahar.
Acara Himpunan Keluarga Maula Aidid
Jakarta, 19 Juni 2011