Selamat Datang di
Website Himpunan Keluarga Maula Aidid

himpunan keluarga maula aidid

Al-Imam Muhammad Maula Aidid mendirikan rumah dan masjid kecil di lembah Aidid. Tidaklah orang-orang datang ke lembah tersebut kecuali untuk melaksanakan shalat jum’at atau berziarah kepada para Ahli Khair dan para Sholihin.

Suatu Ketika Al-Imam ditanya oleh beberapa orang : “Wahai Imam mengapa engkau mendirikan sebuah masjid yang juga dipakai untuk shalat jum’at sedangkan dilembah ini tidak ada penghuninya”.. Lalu beliau menjawab :” Nanti akan datang suatu zaman yang mana di zaman tersebut banyak sekali ummat yang datang kelembah ini dan bertabaruk “.

Naskah Umum

KHUSNUL KHATIMAH

by ZAENAL ABIDIN BIN HUSIN AIDID

               Di sebuah malam, Jiwaku berbicara lembut dengan Tubuhku. Jiwaku berkata," Wahai Tubuhku, aku ingin menjadi manusia yang berguna bagi sesama." Tubuhku bertanya, " Bagaimana caranya kamu bisa berguna kepada sesama? " Jiwaku menjawab, " Aku harus menjadi manusia yang berilmu." Tubuhku berkata," Ya, lakukan sendiri saja karena aku tidak menyukai hal itu." Jiwaku dengan lembut merayu, " Wahai Tubuhku, seandainya kamu mau membantuku, kelak aku akan memuliakanmu. Ini adalah janjiku padamu." Benar Tubuhku membantu Jiwaku untuk menjadi manusia yang berilmu. Setiap hari, menemaniku membaca kitab dan buku. Pada akhirnya, Jiwaku memiliki ilmu dan pengetahuan meski masih banyak yang harus aku pelajari. Suatu hari, Tubuhku menuntut janji itu, seraya berkata," Manakah janjimu yang dulu kamu ucapkan ? " Di saat itu tiba-tiba ada seseorang datang ke rumah memintaku untuk memberikan ceramah agama. Baiklah sekarang tiba saatnya aku harus memenuhi janjiku padamu, kata Jiwaku kepada Tubuhku. Tubuhku benar-benar dimulaikan oleh banyak orang selama menemaniku mengajarkan kebaikan agama. Tibalah saat harus terjadi perpisahan. Jiwaku berkata, " Wahai Tubuhku, saat ini saya harus kembali kepada Allah, bagaimana pendapatmu ? " Tubuhku menjawab, " Terima kasih banyak wahai Jiwaku, kamu telah membuktikan kebenaran janjimu padaku. Saat ini aku rela jika kamu kembali kepada Hadirat-Nya." Dengan bahagia, Jiwaku terbang menuju Hadirat-Nya. Sementara itu, Tubuhku diperlakukan dengan baik oleh manusia di muka bumi ini. Wahai Jiwa yang tenang kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan rela dan penuh keralaan. Masuklah kepada hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surgaku."