Selamat Datang di
Website Himpunan Keluarga Maula Aidid

himpunan keluarga maula aidid

Al-Imam Muhammad Maula Aidid mendirikan rumah dan masjid kecil di lembah Aidid. Tidaklah orang-orang datang ke lembah tersebut kecuali untuk melaksanakan shalat jum’at atau berziarah kepada para Ahli Khair dan para Sholihin.

Suatu Ketika Al-Imam ditanya oleh beberapa orang : “Wahai Imam mengapa engkau mendirikan sebuah masjid yang juga dipakai untuk shalat jum’at sedangkan dilembah ini tidak ada penghuninya”.. Lalu beliau menjawab :” Nanti akan datang suatu zaman yang mana di zaman tersebut banyak sekali ummat yang datang kelembah ini dan bertabaruk “.

Naskah Umum

ILMU BAK MUTIARA DI LAUTAN LEPAS

by MUHAMMAD YUSUF AIDID, S.Pd

    Ilmu merupakan satu kata yang mempunyai makna mendalam.  Habib Zein bin Sumaith di dalam bukunya " Almanhajul Sowi " membahas satu kata tersebut hampir dari setengah tebal bukunya. Beliau juga banyak memuji orang yang akan banyak ilmu. Tambahnya mempelajari satu kajian masalah ilmu sama saja pahalanya seperti pahala orang yang naik Haji. Masya Allah betapa ilmu itu penting dimata ulama yang tak lain para pewaris nabi. Untaian ilmu memang perlu dibahas secara holistik agar para penikmatnya lebih berselera untuk menyelaminya.

    Salah satu hadis yang masyhur yaitu " Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi kaum muslimin dan muslimat ". Apabila kita liat hadis tersebut maka adakah hati kita tergugah lautan ilmu yang bisa menjadi pelindung seorang manusia. Totalitas seorang muslim dalam mengkaji soal ilmu sangatlah penting. Ilmu yang pertama yang wajib kita tuntut adalah ilmu agama. Karena dengan ilmu agama kita bisa menilai diri kita bahwa sejauh mana kita sudah mengamali segala perbuatan-perbuatan yang disyariatkan oleh Allah SWT. Ilmu yang kedua yaitu ilmu selain agama seperti Ilmu kedokteran, fisika, biologi, gegrafi, geologi, dan lain-lain. Perlu diketahui ilmu selain agama disyaratkan menjadi fardhu kifayah maka umat muslim juga tidak secara langsung harus mempelajari atau mendalaminya. Paling tidak umat muslim mempunyai seorang tokoh dari ilmu-ilmu tersebut.

    Kiaskanlah perkataanku ( kata-kata ulama ) maka engkau niscaya akan menjadi orang yang banyak ilmu. Itulah satu untaian syair dalam kitab I'rab. Perkataan ulama bak untaian mutiara di lautan lepas. Untuk itu selagi banyak ulama yang alim maka kita wajib hukumnya untuk mengambil manfaat perkataan mereka. Ingatlah apabila mereka meninggal dunia maka ilmu mereka juga akan dibawa mati.

Oleh : Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd