Selamat Datang di
Website Himpunan Keluarga Maula Aidid


Al-Imam Muhammad Maula Aidid mendirikan rumah dan masjid kecil di lembah Aidid. Tidaklah orang-orang datang ke lembah tersebut kecuali untuk melaksanakan shalat jum’at atau berziarah kepada para Ahli Khair dan para Sholihin.

Suatu Ketika Al-Imam ditanya oleh beberapa orang : “Wahai Imam mengapa engkau mendirikan sebuah masjid yang juga dipakai untuk shalat jum’at sedangkan dilembah ini tidak ada penghuninya”.. Lalu beliau menjawab :” Nanti akan datang suatu zaman yang mana di zaman tersebut banyak sekali ummat yang datang kelembah ini dan bertabaruk “.

Artikel Islami

PEJUANG AL-HABIB ABDULLAH BIN ABUBAKAR AIDID DI TARIM

by Al - Aridi Center for Studies & Publishing / Yemen-Hadramout

Seorang Keturunan Nabi yang cerdik dan pejuang Abdullah bin Abi Bakr bin Salim Maula Aidid Al-Alawi Al-Uraidhi Al-Husaini

Beliau dilahirkan di Tarim tahun 1195 Hijriyah dan belajar disana. Dan dia sempat melakukan perjalanan Adn dan Yaman, dan bermukim di San'ah bertahun-tahun serta memperoleh ilmu disana. Kemudian meneruskan perjalanan ke Mekkah Al-Mukarromah serta belajar dari ulama disana. Tak lupa selepas menuntut ilmu disana, beliau melakukan perjalanan ke Singapura, Malaka, dan Jawa.

Pada suatu saat, Kondisi Hadramaut sempat dipenuhi kezaliman, adapun Sayyid ini tidak tinggal diam berjuang untuk melawan kezaliman, hingga rela dijadikan musuh politik dan saudaranya yang bernama Salim bin Abi Bakar harus rela menjadi martir perjuangan ( dibunuh) pada tahun 1229 Hijriah. Aksi intimidatif padanya terus berlanjut sehingga memaksanya pindah ke kota Suwairi dan tewas disana. Namun, jenazahnya dibawa, diurus, dan dikubur di kota Tarim pada tahun 1225 Hijriyah

Dia adalah salah satu Abdullah dari 7 Abdullah yang memiliki peran dalam sangat penting dalam perjuangan melawan kezaliman, menolong orang yang lemah, dan mengharmoniskan hubungan antara warga. Tak lupa, dia juga aktif berpartisipasi penting dalam perjuangan Imam Thahir bin Husain untuk menghilangkan krisis dan membangun negeri yang kuat. Oleh karenanya, dia rela bersabar atas gangguan yang diterima dan sempat dijilid. Namun itu semua dilakukannya karena membela kepentingan Negara dan Agama. Dia juga memiliki rasa seni yang tinggi memiliki gubahan syair